Rindu Ibu
Saya mengenal seorang Ibu, namanya Endang Sukmiati untuuk pertama kalinya ketika anaknya, Roy memperkenalkan aku kepada beliau sebagai teman dekatnya. Waah ada perasaan takut sekaligus sungkan karena langsung berhadapan dengan kedua orangtua mantan pacarku yang sekarang telah menjadi suamiku, pssst..Beliau sudah tahu dan yakin, bahwa aku akan jadi pacar anaknya dan lanjut jadi menantu. Terima kasih sudah merestui pernikahan kami.
Ibu...
sebutan itu kusematkan dalam diri beliau...Ibu tidak hanya menjadi seorang mertua yang baik, tetapi sekaligus menjadi penasehat dan teman curhat yang baik, walau terkadang pendapatnya tidak sesuai dengan keinginanku, tapi beliau mengajarkan kepadaku kekuatan seorang Ibu dalam menghadapi segala hal yang datang dalam keluarga. Aku belajar untuk menyimpan kegundahan dan kegelisahan dalam diri dan hanya disampaikan kepda Tuhan.
Sering aku bingung dengar curhatan dari teman-teman tentang mertua mereka yang tidak mengenakkan, karena aku tidak mengalaminya bersama Ibu...banyak hal-hal menyenangkan daripada menyusahkan.
Beliau adalah Ibu dan mertua yang baik yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang pengikut Kristus yang baik, berdiri teguh layaknya batu karang.
Beliau memilih menjadii pengikut Kristus bukan karena menikah dengan Bapak yang notabene seorang pengikut Kristus, tapi karena panggilan dan kesadaran beliau untuk mengikut Yesus, walau sangat berat harga yang harus dibayar Ibu sebagai pengikut Kristus.
Kegemaran beliau dalam membaca, menghantarkan aku mengenal novel-novel yang dikarang oleh NH Dini dan Remy Silado, sehingga memperkaya diriku.
Ibu....
Banyak kenangan indah yang kulalui bersamamu. Engkau selalu ada untuk keluargaku, membantu mengurus anak-anakku, mengajarkan lagu-lagu gereja dan bercerita untuk anak-anakku. Anak-anakku memiliki kenangan indah bersamamu, yang mereka memanggilmu Oma
Bu...
18 tahun yang lalu, Engkau lebih memilih kembali kepada Sang Pencipta daripada kembali kepada Bapak dan kami. Teringat hari-hari yang telah lewat, melihat bagaimana dirimu melawan penyakit yang dideritamu, teringat malam terakhir bersamamu, yang ingin sekali aku ulangi, ingin mengerti bahwa engkau akan pergi selamanya, sehingga aku bisa mendampingi dirimu dan berdoa serta bernyanyi bersamamu, pada malam itu.
Ibu...
seperti lagu yang Andmesh nyanyikan :
'Kuingin saat ini, engkau ada disini
tertawa bersamaku seperti dulu lagi
walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah'
Tapi itu tdk mungkin
Ibu..
Kurindu padamu selalu.
Ibu...
sebutan itu kusematkan dalam diri beliau...Ibu tidak hanya menjadi seorang mertua yang baik, tetapi sekaligus menjadi penasehat dan teman curhat yang baik, walau terkadang pendapatnya tidak sesuai dengan keinginanku, tapi beliau mengajarkan kepadaku kekuatan seorang Ibu dalam menghadapi segala hal yang datang dalam keluarga. Aku belajar untuk menyimpan kegundahan dan kegelisahan dalam diri dan hanya disampaikan kepda Tuhan.
Sering aku bingung dengar curhatan dari teman-teman tentang mertua mereka yang tidak mengenakkan, karena aku tidak mengalaminya bersama Ibu...banyak hal-hal menyenangkan daripada menyusahkan.
Beliau adalah Ibu dan mertua yang baik yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang pengikut Kristus yang baik, berdiri teguh layaknya batu karang.
Beliau memilih menjadii pengikut Kristus bukan karena menikah dengan Bapak yang notabene seorang pengikut Kristus, tapi karena panggilan dan kesadaran beliau untuk mengikut Yesus, walau sangat berat harga yang harus dibayar Ibu sebagai pengikut Kristus.
Kegemaran beliau dalam membaca, menghantarkan aku mengenal novel-novel yang dikarang oleh NH Dini dan Remy Silado, sehingga memperkaya diriku.
Ibu....
Banyak kenangan indah yang kulalui bersamamu. Engkau selalu ada untuk keluargaku, membantu mengurus anak-anakku, mengajarkan lagu-lagu gereja dan bercerita untuk anak-anakku. Anak-anakku memiliki kenangan indah bersamamu, yang mereka memanggilmu Oma
Bu...
18 tahun yang lalu, Engkau lebih memilih kembali kepada Sang Pencipta daripada kembali kepada Bapak dan kami. Teringat hari-hari yang telah lewat, melihat bagaimana dirimu melawan penyakit yang dideritamu, teringat malam terakhir bersamamu, yang ingin sekali aku ulangi, ingin mengerti bahwa engkau akan pergi selamanya, sehingga aku bisa mendampingi dirimu dan berdoa serta bernyanyi bersamamu, pada malam itu.
Ibu...
seperti lagu yang Andmesh nyanyikan :
'Kuingin saat ini, engkau ada disini
tertawa bersamaku seperti dulu lagi
walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah'
Tapi itu tdk mungkin
Ibu..
Kurindu padamu selalu.
Comments
Post a Comment