Rindu Mama
Aku lahir dari sepasang suami istri yang konon mereka menjadi suami istri karena dijodohkan sesuai dengan adat Batak karena mereka dari suku Batak. Cinta yang timbul dari kedekatan dan hormat pada orangtua dan kelahiran anak satu persatu sampai 4
Aku sendiri sebagai anak sulung dari 4 saudara, terlahir sebagai anak perempuan yang dalam adat Batak sebagai warga kelas 2, Puji Tuhan, lahir kemudian adik laki2 2 orang dan adik perempuan 1 orang.
Sebagai anak sulung, orangtuaku berharap aku menjadi panutan dan contoh bagi adik-adikku dan itu kulakukan dengan senang hati dan kutunjukkan dengan sepenuh hati, jenjang sekolah kulalui tanpa rintangan yang berarti dan membuat orangtuaku bangga...
Mamaku sebagai Ibu rumahtangga, dengan pendidikan seadanya dan dengan segala kemampuan yang beliau miliki membantu bapakku untuk menambah pendapatan karena dengan 4 anak, hidup di Jakarta sangatlah sulit bila hanya mengandalkan penghasilan seorang pegawai negri dan bapakku seorang pegawai negri yang tidak memiliki keinginan untuk tipu2 sana sini padahal kalau beliau mau, waaah sudah tidak terbayangkan kehidupanku yang menyenangkan, karena bapakku seorang pegawai negri di kantor pelayanan pajak pada jaman orde baru (tahu khan jaman itu 😃).
Aku ingat aku kadang menemani Mama berjualan baju, perhiasan dan apa saja yang bisa menghasilkan uang secara halal, walau kadang aku malu ketika menemani beliau menagih utang. Tapi apa yang Mama lakukan untuk memperoleh pendapatan, sangat banyak hasilnya sehingga kami bisa sekolah dan hidup layak.
Dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki Mamaku, beliau merawat dan megajarkan kami banyak hal secara sederhana tanpa menuntut lebih dari anak2nya dan setia pada bapakku.
Mama mengajarkan aku dan adik perempuan untuk menjadi perempuan mandiri, sekolah tinggi dan harus memiliki penghasilan sendiri, agar tidak dapat diperlakukan semena-mena oleh pasangan hidupnya dana memiliki harga diri yang tinggi sebagai seorang wanita.
Itu sangat menancap dalam benakku dan adikku sehingga sekarang pun aku dan adikku menularkannya ke anak-anak perempuan yang aku dan adikku miliki.
Salah satu yang baru aku tahu adalah kebaikkan Mama kepada orang=orang tanpa menuntut orang berbuat kebaikkan kembali pada Mama.
Kenapa aku bisa berkata seperti itu, karena ketika Mama kembali ke rumah Bapa, banyak orang yang melayat dan berkata bahwa Mama-ku orang yang baik walau terkadang perkataannya sangat tajam dan menusuk.
Ya, Mama sudah kembali ke sisi Sang Pencipta-Nya dengan damai, walau sering aku bertanya kepada Tuhan, kenapa Mama-ku harus kembali kepadaNya secepat itu disaat aku a ingin dekat kembali kepada Mama, ingin mersakan kembali belaian tangannya dan bergosip ria...
Ahh waktu begitu cepat berlalu, aku rindu Mama-ku...
Berbahagialah sahabat, apabila Mama/Ibu-mu masih ada disamping walau engkau sudah memiliki keluarga sendiri...
Ma....aku rindu dirimu....ðŸ˜ðŸ˜

Aku sendiri sebagai anak sulung dari 4 saudara, terlahir sebagai anak perempuan yang dalam adat Batak sebagai warga kelas 2, Puji Tuhan, lahir kemudian adik laki2 2 orang dan adik perempuan 1 orang.
Sebagai anak sulung, orangtuaku berharap aku menjadi panutan dan contoh bagi adik-adikku dan itu kulakukan dengan senang hati dan kutunjukkan dengan sepenuh hati, jenjang sekolah kulalui tanpa rintangan yang berarti dan membuat orangtuaku bangga...
Mamaku sebagai Ibu rumahtangga, dengan pendidikan seadanya dan dengan segala kemampuan yang beliau miliki membantu bapakku untuk menambah pendapatan karena dengan 4 anak, hidup di Jakarta sangatlah sulit bila hanya mengandalkan penghasilan seorang pegawai negri dan bapakku seorang pegawai negri yang tidak memiliki keinginan untuk tipu2 sana sini padahal kalau beliau mau, waaah sudah tidak terbayangkan kehidupanku yang menyenangkan, karena bapakku seorang pegawai negri di kantor pelayanan pajak pada jaman orde baru (tahu khan jaman itu 😃).
Aku ingat aku kadang menemani Mama berjualan baju, perhiasan dan apa saja yang bisa menghasilkan uang secara halal, walau kadang aku malu ketika menemani beliau menagih utang. Tapi apa yang Mama lakukan untuk memperoleh pendapatan, sangat banyak hasilnya sehingga kami bisa sekolah dan hidup layak.
Dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki Mamaku, beliau merawat dan megajarkan kami banyak hal secara sederhana tanpa menuntut lebih dari anak2nya dan setia pada bapakku.
Mama mengajarkan aku dan adik perempuan untuk menjadi perempuan mandiri, sekolah tinggi dan harus memiliki penghasilan sendiri, agar tidak dapat diperlakukan semena-mena oleh pasangan hidupnya dana memiliki harga diri yang tinggi sebagai seorang wanita.
Itu sangat menancap dalam benakku dan adikku sehingga sekarang pun aku dan adikku menularkannya ke anak-anak perempuan yang aku dan adikku miliki.
Salah satu yang baru aku tahu adalah kebaikkan Mama kepada orang=orang tanpa menuntut orang berbuat kebaikkan kembali pada Mama.
Kenapa aku bisa berkata seperti itu, karena ketika Mama kembali ke rumah Bapa, banyak orang yang melayat dan berkata bahwa Mama-ku orang yang baik walau terkadang perkataannya sangat tajam dan menusuk.
Ya, Mama sudah kembali ke sisi Sang Pencipta-Nya dengan damai, walau sering aku bertanya kepada Tuhan, kenapa Mama-ku harus kembali kepadaNya secepat itu disaat aku a ingin dekat kembali kepada Mama, ingin mersakan kembali belaian tangannya dan bergosip ria...
Ahh waktu begitu cepat berlalu, aku rindu Mama-ku...
Berbahagialah sahabat, apabila Mama/Ibu-mu masih ada disamping walau engkau sudah memiliki keluarga sendiri...
Ma....aku rindu dirimu....ðŸ˜ðŸ˜
Comments
Post a Comment